Suswono mengaku tidak banyak mengkonsumsi buah impor, karena lebih memilih mengkonsumsi buah lokal kecuali untuk komoditi yang tak diproduksi di Indonesia seperti buah Kiwi asal Selandia Baru.
"Saya sudah lama tidak mengkonsumsi buah impor sampai sekarang, kecuali kiwi dan yang tidak diproduksi di Indonesia. Dan saya sehat-sehat saja (mengkonsumsi buah lokal)," ungkap Suswono saat ditemui usai acara Rapat Kerja Pemerintah di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Senin (28/1/2013).
Menurut Suswono, pernyataan importir yang menyebut masyarakat banyak terkena diare karena buah lokal adalah pernyataan yang mengada-ngada. Dia membuktikan dirinya tak pernah mengalami penyakit diare cuma gara-gara mengkonsumsi buah lokal.
"Itu aneh lah, nggak lah. Itu mengada-ngada, saya sehat-sehat saja," katanya.
Seperti diketahui, Pengusaha importir buah keberatan dengan kebijakan pemerintah yang membatasi pemberian Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) terhadap buah dan sayur impor. Dengan berbagai alasan mereka melakukan perlawanan seperti memberikan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan produk buah lokal.
Bob B Budiman mengatakan pemerintah melarang dan membatasi impor buah, artinya masyarakat Indonesia harus mengkonsumsi buah lokal, kalau tiap hari makan buah lokal bisa diare.
"Kalau kita makan buah lokal saja seperti manggis, apel, jeruk, mangga (lokal) bisa diare," kata Bob kemarin.
Bob punya alasan tersendiri soal pernyataanya itu, menurutnya buah-buah lokal tersebut rasa buahnya lebih dominan asem daripada rasa manis. "Ya karena rasanya kecut (asam), seperti Apel malang kan kecut, beda sama apel China atau Apel Washington yang rasanya manis dan lebih enak," ujar Bob.
(zul/hen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar