"Saya tidak suka kalau pemerintah dikatakan tidak mempunyai keberanian untuk menaikan harga BBM," ujar Hatta usai rapat kerja pemerintah, di JCC, Jakarta Senin (28/1/2013).
Hatta mengatakan pemerintah telah memiliki pengalaman tiga kali sepanjang masa pemerintahan SBY, telah menaikan harga BBM sehingga mengerti dan tahu dampak-dampak dari kenaikan harga BBM subsidi.
"Kita sudah lakukan itu berkali-kali, tiga kali, 2005 sekali, 2008 dua kali. Sekarang pertanyaan apa sudah sampai pada kesimpulan untuk menyelamatkan APBN kita? Kalau sudah sampai itu baru kita lakukan," ujarnya.
Menurut Hatta, menaikan harga BBM adalah langkah terakhir yang diambil pemerintah, setelah cara pengendalian BBM subsidi dianggap gagal.
"Tapi menurut pandangan saya, kita kendalikan dulu. Sebab 10-20% itu terjdi kebocoran, penyelundupan, oplosan, pengetapan, masuk ke industri, pertambangan," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Hatta, diperlukan tiga langkah sebelum kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ditetapkan oleh pemerintah.
"Pertama, kendalikan dengan IT (informasi teknologi), kedua dorong dong itu efisiensi. Ketiga dorong dong diversifikasi gas secepatnya. Jadi kalau sudah begitu kita lihat, kalau tidak cukup baru kita pikirkan," tegas Hatta.
(nia/hen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar